4 Hidangan Masakan Khas Natal di Indonesia

SHARE
4 Hidangan Masakan Khas Natal di Indonesia

Tak terasa sudah dipenghujung akhir tahun yakni bulan Desember. Di bulan ini, banyak yang sudah tak sabar menyambut perayaan natal.

Semangat untuk menyambut Hari Natal pun kian terasa. Hampir setiap rumah sudah dihiasi dengan pohon natal, dekorasi rumah atau mulai mencari-cari hidangan khas natal untuk dimakan bersama saat perayaan Natal berlangsung.

Hampir disetiap rumah yang merayakan natal, sudah tertara rapi kue-kue khas natal hingga hidangan masakan khas natal yang beraneka ragam

Bagi anda yang merayakan natal, sudah tahukan bahwa ada beberapa makanan yang wajib dihidangkan saat perayaan natal?

Berikut Makanan khas Natal di Indonesia

4 Hidangan Masakan Khas Natal di Indonesia

1. Ayam Rica-Rica Khas Manado

Makanan ini adalah masakan khas Manado, Sulawei Utara. Kata Rica sendiri berasal dari bahasa Manado yang artinya pedas atau cabai. Ayam rica-rica biasanya disajikan dengan nasi yang ditaburi bawang goreng dan juga sudah dilengkapi dengan mentium.

2. Ikan Kuah Kuning Khas Ambon

Tak lengkap rasanya jika hanya menyajikan ikan ayam rica-rica saja . Ikan kuah kuning juga menjadi santapan yang wajib ada saat anal. Ikan kuah kuning terdiri dari tuna, ikan mubara yang sudah diberi bumbu dengan kunyit dan kapur. Masakan khas natal yang wajib ada ini wajib ada dimeja makan.

3. Kue Bagea khas NTT

Bukan hanya masakan saja, kue pun menjadi santapan yang wajib ada saat natal. Kue Bagea biasanya berbentuk bulat dengan warna coklat pucak. Bagea terbuat dari Sagu ditambahkan dengan gula halus, biji cintang, tepung sagu, minyak sayur, tepung terigu yang sudah diayak sebelumnya, ditambah dengan kacang cintang halus, bumbu kayu manis, dan bubuk cengkeh. Dengan menggunakan banyak bahan dan rempat-rempat membuat cemilan ini terasa lezat dan pas di padukan dengan teh atau kopi.

Baca Juga: Daging dengan lilitan Keju Khas Menu Restoran Ojjo Ini Jadi Buruan Kaum Remaja 

4. Kue Lapet Khas Sumatera Utara

Lapet adalah jajanan tradisional Batak dari Tapanuli, Sumatera Utara. Ke ini berbentuk Piramida dan dibungkus dengan daun pisang. Proses pembuatan kue laper khas Sumut juga tidak begitu rumit. Pertama tepung beras dan kelapa parut di campur kemudian ditambahkan dengan parut gula dan air. Aduk hingga rata hingga adonan benar-benar tercampur. Setelah adonan tercampur rata, segera bungkus daun pisang dan kukus sampai matang. Kue Luput untuk natal siap disajikan untuk keluarga dan saudara tercinta

Wanita kelahiran Bogor, 1 Mei 1994. Gemar membaca dan menulis di blog. Sekarang bekerja di Media Optify Indonesia sebagai Content Writer.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY